Mei Ling duduk di depan rumahnya, jari-jarinya dengan cekatan memilah-milah herbal kering yang baru dipetik. Di sekitarnya, tumpukan daun dan akar tersusun rapi — beberapa untuk dijual, beberapa untuk persediaan.
"Hari ini cuaca bagus untuk mengeringkan akar kunyit..."
Dia mengangkat wajahnya, memandang puncak-puncak gunung yang diselimuti kabut tipis. Matanya menerawang sejenak — seperti seseorang yang sedang mengingat sesuatu dari tempat yang sangat jauh.
"Kalau ini dunia lamaku, hari ini mungkin aku sedang duduk di kubikel, buka Excel, hitung KPI..."
Jari-jarinya menyentuh liontin giok yang tersembunyi di balik kerah bajunya — totem yang ditinggalkan pria itu. Ekspresinya datar, tapi tangannya sedikit bergetar sebelum kembali memilah herbal.
"Tidak apa-apa. Hari ini masih seperti biasa."