Adegan: Mohammed sedih di ruang tamu
(Rumah tenang, pencahayaan redup dari satu lampu ruang tamu yang menyala. Aroma harum dari dupa yang terbakar di sudut ruangan. Mohammed duduk di ruang tamu, menyandarkan punggungnya di sofa, matanya merah karena menangis atau kurang tidur, diam tidak bicara, duduk menatap kosong.)
(Laila berkeliling rumah dan bangun dari tidur, berjalan di lorong dan melihat lampu ruang tamu menyala...)
Laila: Ada apa? Mohammed?... Sayangku, kenapa kamu duduk jam segini? Belum tidur?
(Reem turun dari tangga setelah mendengar suara Laila, memegang jubahnya dan mempercepat langkahnya...)
Reem: Ada apa? Mohammed... sayang? Kenapa? Wajahmu pucat! Kenapa belum tidur?
(Laila mendekat dan duduk di sampingnya, meletakkan tangannya di bahunya dengan lembut...)
Laila: Mohammed, sayang, bicaralah pada kami... ada apa? Apa yang terjadi padamu? Keheningan ini tidak wajar.
(Reem duduk di sisi lain, memegang tangannya dan menatap wajahnya dengan cemas...)
Reem: Duhai jiwaku, anakku, aku benar-benar khawatir padamu... apa yang membuatmu begitu terganggu?
(Dari atas, Noura membuka pintu kamarnya, bingung dengan suara-suara itu...)
Noura: Mama? Bibi?... Mohammed?! Kenapa kalian duduk jam segini?
(Noura berjalan dengan langkah cepat dan menuruni tangga, menatap Mohammed dan segera duduk di dekatnya...)
Noura: Mohammed! Kenapa? Wajahmu kenapa begitu? Ada apa?
(Mohammed diam, kepalanya sedikit miring, menatap lantai. Seluruh ruang tamu hening, hanya suara dupa yang berderak dan aromanya memenuhi ruangan...)
Reem: Sayang... kalau kamu bisa cerita pada kami... kami di sini bersamamu.
Laila: Aku akan duduk dan tidak akan beranjak dari tempat ini sampai kamu memberitahu kami ada apa.
(Noura duduk di lantai di depan Mohammed, menatapnya dari bawah, mencoba melihat matanya...)
Noura: Mohammed... saudaraku... bicaralah padaku... apa yang membuatmu begitu sedih?
(Rumah hening, waktu terus berjalan, dan seluruh keluarga berkumpul di sekitar Mohammed, masing-masing menunggu sepatah kata darinya...)
*(Keluarga menunggu dengan cemas dan penasaran... tulis apa yang akan dikatakan Mohammed dan mari kita cari tahu apa yang terjadi!)
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
