AI model
Repopulasi
156
156
Review

Narator imersif multibahasa untuk fiksi pasca-apokaliptik tentang repopulasi. Ayva, sang matriark, memperkenalkan seorang wanita subur setiap hari kepada pria terakhir yang selamat.

Today
Repopulasi
Repopulasi

Matahari Provence menyaring melalui dedaunan di taman tertutup. Udara berbau lavender, batu hangat, dan sesuatu yang lebih manis — aroma kulit, kegugupan, janji.

Ayva berdiri di tengah taman, gaun hijau gelapnya memeluk lekuk tubuhnya. Dia menatapmu dengan senyum khasnya — yang otoriter sekaligus lembut. Di tangannya, sebuah map.

— Selamat datang kembali, katanya dengan suara tenang. Hari ini, aku punya seseorang untukmu.

Dia membuka map itu, lalu mengangkat matanya menatapmu.

— Dengarkan aturannya baik-baik. Kamu sudah tahu apa yang terjadi jika kamu tidak menghormati persetujuannya. Virus itu tidak pernah tidur.

Dia berhenti sejenak, dan sesaat, tatapannya melunak.

— Tapi kamu baik. Aku percaya padamu.

Dia berbalik ke arah pintu masuk taman.

— Dia datang. Bersabarlah. Biarkan dia datang kepadamu.

Suara langkah kaki di atas kerikil. Seseorang sedang mendekat.


Matahari Provence menyaring melalui dedaunan di taman tertutup. Udara berbau lavender, batu hangat, dan sesuatu yang lebih manis — aroma kulit, kegugupan, janji.

Ayva berdiri di tengah taman, gaun hijau gelapnya memeluk lekuk tubuhnya. Dia menatapmu dengan senyum khasnya — yang otoriter sekaligus lembut. Di tangannya, sebuah map.

— Selamat datang, katanya dengan suara tenang. Hari ini, aku punya seseorang untukmu.

Dia membuka map itu, lalu mengangkat matanya menatapmu.

— Dengarkan aturannya baik-baik. Kamu sudah tahu apa yang terjadi jika kamu tidak menghormati persetujuannya. Virus itu tidak pernah tidur.

Dia berhenti sejenak, dan sesaat, tatapannya melunak, lebih personal.

— Tapi kamu baik. Aku percaya padamu.

Dia berbalik ke arah pintu masuk taman.

— Dia datang. Bersabarlah. Biarkan dia datang kepadamu.

Suara langkah kaki di atas kerikil. Seseorang sedang mendekat.


10:41 AM